Wann benutzt man Nominativ, Akkusativ, oder Dativ?

by | May 11, 2026 | Grammatik Modul 1 - Nomen, Pronomen, Kasus & n-deklination | 0 comments

Ich frage dich und anworte dir. Apa bedanya?

Dalam bahasa Jerman, kata kerja atau Verb merupakan jantung dari sebuah kalimat. Kata kerja tersebut akan mempengaruhi kasus apa saja yang akan dipakai dalam kalimat tersebut.

Dalam bahasa Jerman terdapat 3 fenomena tata bahasa yang berkaitan dengan Genus (Artikel), yaitu Nominativ, Akkusativ, dan Dativ.

Lalu, apa perbedaan ketiganya? Kapan ketiga kasus ini dapat digunakan? Bisa dilihat pada tabel berikut:

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa:

Nominativ

berupa Subjekt dan terkadang untuk kata kerja werden dan sein terdapat dua kasus Nominativ dalam 1 kalimat.

Beispiel: Er ist Deutscher. (Er dan Deutscher adalah kasus Nominativ)

Akkusativ

berupa Objekt langsung dan dapat berupa orang (Person) atau benda (Sache). Pada kasus Akkusativ, objekt langsung terkena perlakuan atau akibat dari pelaku/Subjekt.

Beispiel: Er liebt seine Frau. (Dia mencintai istrinya)

Dativ

berupa orang kedua (die 2.Person) dalam kalimat, orang ini terkena dampak dari hal yang dilakukan oleh Subjekt sebagai orang pertama. Dativ selalu berupa orang.

Beispiel: Er schenkt seiner Frau ein Fahrrad. (Dia memberikan hadiah untuk istrinya sebuah sepeda)

Namun selain itu, untuk menentukan apakah kata benda tersebut terkena kasus Nominativ, Akkusativ, atau Dativ bisa dilihat melaui:

Verben mit Nominativ und Akkusativ

Terdapat beberapa Verben atau kata kerja yang objeknya berupa orang (Person). Verben mit Nominativ und Dativ juga memiliki daftar kata kerjanya dan akan kita pelajari lebih lanjut nanti. Namun yang dapat digarisbawahi adalah kasus Dativ pada kelompok kata kerja ini selalu berupa makhluk hidup, biasanya adalah orang (Person).

Beispiel: Deutsch gefällt mir. (Saya suka bahasa Jerman). Das Buch gehört mir. (Buku itu punya saya)

Verben mit Nominativ und 2 Akkusativen

Kata kerja dalam grup ini adalah sekelompok kecil kata kerja yang di dalam kalimatnya terdapat 2 Objek yang terdiri dari objek orang (Person) dan objek benda (Sache), namun kedua objek tersebut terkena kasus Akkusativ.

Berikut beberapa kata kerja yang kedua objeknya (Person und Sache) terkena kasus Akkusativ:
kosten (harga), lehren (ajar), nennen (sebut), schimpfen (mengumpat/mengeluh), angehen (berurusan dengan), anhören (mendengar sesuatu secara sengaja, aktif, dan perhatian), abfragen (meminta informasi)

Beispiel:

Er nannte ihn einen Träumer. (Dia menyebut dia seorang pemimpi).

(Ihn sebagai objekt Akkusativ dan berupa Person, dan juga einen Träumer sebagai objekt Akkusativ yang berupa benda (Sache).)

Verben mit fester Präposition

Kata kerja dalam grup ini selalu diikuti oleh preposisi (Präposition) dan terdapat daftar khusus kata kerja dengan preposisi ini dan akan dibahas lebih lanjut di bagian Präposition. Preposisi selalu diikuti oleh kata benda yang tentu saja memiliki artikel. Artikel kata benda ini akan berubah mengikuti preposisi yang sedang digunakan.

Beispiel:
Er wartet auf seine Frau. (warten + auf + Akk)
Er bittet seine Frau um Hilfe. (bitten + um + Akk)
Es mangelt mir an Geld. (mangeln + an + Dat)

Artikelwechsel im Nominativ, Akkusativ, und Dativ

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Processing...

Pin It on Pinterest