Kapan sebaiknya kita menggunakan kalimat bentuk pasiv?
Kita menggunakan kalimat bentuk pasiv jika kita tidak mengetahui siapa pelaku di dalam kalimat atau informasi mengenai pelaku tidak terlalu relevan.
Contoh:
- In Deutschland werden viele Autos produziert. (Banyak mobil diproduksi di Jerman)
- Die Firma wurde in 1900 gegründet. (Perusahaan tsb. dibangun pada tahun 1900).
Oleh siapa mobil diproduksi atau oleh siapa perusahaan dibangun – mungkin oleh pabrik, mungkin oleh pemerintah, mungkin oleh pendirinya – kita tidak tahu atau informasi mengenai pelaku tidak terlalu relevan dalam konteks kalimat ini).
Berikut formula membentuk kalimat pasiv:

Präposition dalam kalimat Pasiv
Jika kita ingin menambahkan informasi mengenai pelaku (siapa yang melakukan atau penyebab suatu kejadian), maka kita bisa menggunakan präposition “von”, “durch” atau “mit”
- von + Dativ –> Pelaku; Person oder Instution (der Täter)
Beispiel:
Die Gruppe wird vom Reiseführer informiert. (Grup itu diinformasikan oleh pemandu)
- durch + Akkusativ –> Proses dan Perantara (Vorgänge und Vermittler)
Beispiel:
Schäden in Millionenhöhe sind durch das Hochwasser verursacht worden. (Kerugian sebanyak jutaan itu disebabkan oleh banjir) - mit + Dativ –> Instrumente (alat yang digunakan)
Beispiel:
Mit Elektroautos kann die Umweltverschmutzung reduziert werden. (Pencemaran lingkungan bisa dikurangi dengan mobil listrik)

0 Comments