Reflexivpronomen adalah Pronomen yang khusus digunakan untuk Reflexive Verben. Namun sebelumnya apa itu Reflexive Verben?
- Reflexive verben adalah kata kerja refleksif yang artinya melakukan pekerjaan untuk dirinya sendiri atau si subjek melakukan pekerjaan yang objeknya adalah dirinya sendiri.
Beispiel:
Beispiel: Amy schminkt sich jeden Morgen. (Amy berdandan setiap pagi).
Penjelasan: Amy (subjek) melakukan pekerjaan berdandan itu untuk dirinya sendiri (objek).
- Verben mit Reflexivpronomen juga bisa menunjukkan tindakan resiprokat atau aksi timbal balik.
Beispiel:
Hans kennt Eli (Hans mengenal Eli). Eli kennt Hans (Eli mengenal Hans). Sie kennen sich (Mereka saling mengenal).
Penjelasan: Karena Hans dan Eli melakukan aksi timbal balik, jadi bisa menggunakan Reflexivpronomen sich.
Reflexivpronomen
Reflexive Verb selalu menggunakan Reflexivpronomen yaitu, dan bentuk Reflexivpronomen bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

Contoh kalimat dengan menggunakan Reflexivpronomen:
- ich – mich z.B. Ich fühle mich sehr gut. (Saya merasa sangat nyaman)
- du – dich z.B. Willst du dich setzen? (Maukah kamu duduk?)
- er/sie/es – sich z.B. Warum freut er sich so? (Mengapa dia senang?).
- ihr – euch z.B. Ihr müsst euch Fragen stellen, um die Lösung zu finden. (Kalian harus bertanya pada diri sendiri, untuk menemukan solusinya)
- wir – uns z.B. Wir müssen uns beeilen, sonst werden wir den Bus verpassen. (KIta harus buru-buru, jika tidak kita akan ketinggalan Bis)
- Sie/ sie – sich z.B. Sie setzen sich auf die Bank. (Mereka duduk di bangku taman).
Wie bildet man einen Satz mit Reflexivpronomen?
Bagaimana sih cara membuat kalimat dengan Reflexivpronomen?
- Kata kerja (Verben) selalu berada di posisi ke-2 dalam kalimat
- Reflexivpronomen diletakan setelah Verben.
- Jika Personalpronomen/Subjekt berada di posisi ke-3, maka Reflexivpronomen diletakkan di posisi ke-4.
Coba perhatikan contoh di bawah ini:

Reflexivpronomen im Akkusativ und DativÂ
Reflexivpronomen dapat berubah menjadi Akkusativ atau Dativ. Untuk membedakannya, kita perlu memahami Reflexive verben yang murni (echt) dan yang tidak.
Beispiel: Â Ich wasche mich.
Penjelasan: kata kerja ‘waschen’ merupakan Reflexive Verben yang tidak murni. Kata kerja ini juga menggunakan kasus Akkusativ sehingga ich –> jadi mich.
Kata waschen, bukan echte Refleksive Verben, tetapi pada kalimat di atas ich melakukan tindakan waschen (mencuci) untuk dirinya sendiri. Nah, kata mich (Akkusativ) pada kalimat di atas dapat berubah menjadi mir (Dativ) bila kita menambah objek yang lain.
Beispiel : Ich wasche mir die Haare.
Penjelasan: Tidak seperti bahasa Inggris yang berkata: “I wash my hair“, dalam bahasa Jerman kita mengatakan: Ich wasche mir die Haare. (I wash myself the hair). Ada objek tidak langsung (kasus Dativ) “die Haare”, maka mich berubah jadi mir.
Untuk melihat apakah suatu kata kerja adalah reflexif yang murni, kita bisa melihat di kamus akan tertera “sich” menempel di kata kerja. Beispiel: sich ärgern, sich interessieren, sich freuen, sich beeilen, sich entschuldigen, usw.

0 Comments