Präteritum

by | May 20, 2026 | Grammatik Modul 3 - Bildung der Zeiten | 0 comments

Seperti bahasa Inggris, kata kerja atau “Verben” dalam bahasa Jerman berubah mengikuti perspektif waktu. Kali ini kita akan membahas perkspektif waktu (tenses):  Vergangenheit – atau waktu lampau. 

Ada 2 cara untuk membangun kalimat dalam perspektif waktu lampau dalam bahasa Jerman:

  1. Präteritum: für geschriebene Sprache (bahasa tulis)
  2. Perfekt: für gesprochene Sprache (bahasa lisan)

 

Tapi kali ini kita akan membahas Präteritum terlebih dahulu yaa

Präteritum 

Bentuk Präteritum biasanya digunakan dalam bentuk tulisan formal seperti: teks di surat kabar, laporan berita atau jika kalimat menggunakan Hilfsverb sein, haben atau werden.   Formula untuk membangun kalimat Präteritum tidak sulit.  Rumusnya sama seperti membangun kalimat bentuk Präsens, namun Verben  dikonjugasi sesuai dengan bentuk präteritum.  Konjugasi verben bisa dibagi menjadi 3 kategori. Perhatikan tabel berikut:

Intinya ada 3 perubahan konjugasi verben:

  1. regelmäßige Verben : perubahannya memiliki pola yang relatif sama, jadi lebih mudah dihafalkan. (stammwort + t + Präteritumsendung)
  2. unregelmaßige Verben: perubahannya tidak memiliki pola yang berarturan sehingga harus dihafalkan extra.
  3. Mischformen : Beberapa verben mengalami perubahan huruf vokal saat dikonjugasi.  Sama seperti unregelmäßige verben, harus extra dihafalkan.

Tabel berikut menunjukkan konjugasi unregelmaßige Verben: “sein” “haben” “werden”

[

Click here to learn more

CATATAN:

  1. Dalam komunikasi percakapan atau menulis email, biasanya digunakan bentuk Perfekt.
  2. Dalam komunikasi tulisan atau atau surat kabar, biasanya digunakan bentuk Präteritum.
  3. Untuk kata kerja tertentu, seperti: “sein” “haben” dan “modalverben” hampir selalu digunakan bentuk Präteritum.
]

 

 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Processing...

Pin It on Pinterest