Kata konektor (seperti: und, oder, weil, obwohl, dann, dsb.) berfungsi untuk merangkai kalimat menjadi lebih baik terdengar.
Namun kamu harus hati-hati dalam menggunakan kata konektor dalam merangkai kalimat bahasa Jerman, dikarenakan penggunaan kata konektor (seperti : weil, obwohl, dsb) akan merubah posisi kata kerja di dalam kalimat.
Group 1: kata konektor berada di posisi “nul”.
Tidak ada perubahan posisi untuk kata kerja (verben).

Group 2: Verben am Ende des Nebensatzes
Pada intinya, Nebentsatz merupakan bagian dari Hauptsatz sehingga kalimat ini tidak bisa berdiri sendiri. Posisi Verbdalam Nebensatz selalu berada di akhir kalimat.

CATATAN:
- da / weil (karena) : dipakai untuk menunjukkan “akibat” (kausalsatz).
- obwohl (walaupun) : dipakai untuk menunjukkan “kontras” (Konzessivesatz)
- Setelah koma, posisi kata sambung da / weil (karena) atau obwohl (walaupun) berada di posisi 1. Posisi verben diletakkan di akhir kalimat.
- Jika anak kalimat (nebensatz) diletakan di posisi 1, maka kalimat utama (hauptsatz) dimulai dengan kata kerja.
Contoh:
Ich bin traurig, weil meine Katze gestorben ist.
Weil meine Katze gestorben ist, bin ich traurig.
Selain tabel di atas, ada juga beberapa Konjunktion yang posisi Verb (kata kerja) ada di akhir kalimat.

Group 3: Verben liegt nach den Konnektoren
Kombinasi kalimat dengan pola: Hauptsatz 1 + Hauptsatz 2 mit Verbindungsadverb
Kombinasi kalimat ini menggunakan kata sambung antara lain: deshalb, deswegen, darum dan daher (yang semuanya berarti: karena itu). Hauptsatz 1 biasanya diakhiri dengan koma (,) Setelah koma, Verbindungsadverb berada di posisi 1 yang diikuti oleh Verb di posisi 2.
Silakan melihat tabel berikut untuk melihat contoh kombinasi kalimat :

Selain keempat kata hubung di atas, coba perhatikan tabel di bawah berikut:


0 Comments